【GLOBAL NEWS24 INDONESIA】

JAKARTA — Indonesia memasuki babak baru dalam transformasi industri otomotif dan energi.

Dengan sumber daya mineral yang besar, pasar domestik yang luas dan meningkatnya investasi manufaktur, Indonesia berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Strateginya tidak berhenti pada produksi kendaraan listrik.

Indonesia ingin membangun sebuah rantai nilai yang menghubungkan pertambangan mineral, pengolahan nikel, material baterai, produksi sel baterai, perakitan kendaraan listrik hingga daur ulang.

Perkembangan pasar domestik menunjukkan perubahan yang semakin terlihat.

Menurut data yang disampaikan Kementerian Perindustrian, pada paruh pertama 2026 penjualan battery electric vehicle atau BEV mencapai 70.095 unit.

Angka tersebut mewakili sekitar 16,06 persen dari pasar kendaraan.

Sementara penjualan kendaraan hybrid mencapai 40.405 unit atau sekitar 9,26 persen.

Pertumbuhan tersebut berjalan bersama dengan perluasan kapasitas manufaktur kendaraan listrik di dalam negeri.

Pada September 2026, fasilitas produksi kendaraan listrik baru di Subang, Jawa Barat, mulai beroperasi, memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai salah satu pusat industri otomotif Indonesia.

Namun bagian paling strategis dari transformasi ini berada lebih dalam daripada pabrik kendaraan.

Indonesia memiliki sumber daya nikel yang penting bagi sebagian teknologi baterai.

Pemerintah karena itu mendorong hilirisasi agar mineral tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Dari tambang menuju fasilitas pengolahan.

Dari material baterai menuju sel baterai.

Dan dari baterai menuju kendaraan listrik.

Indonesia berupaya mempertahankan semakin banyak nilai ekonomi tersebut di dalam negeri.

Pada 2026, pemerintah juga menawarkan peluang investasi yang diperkirakan mencapai US$121 miliar untuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional secara terintegrasi.

Ambisinya adalah menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga sebagai bagian penting dari rantai pasok teknologi energi global.

Industri baterai sendiri tidak lagi bergantung hanya pada pertumbuhan kendaraan listrik.

Perkembangan energi terbarukan dan ekonomi digital menciptakan sumber permintaan baru.

Solar dan wind power membutuhkan sistem penyimpanan energi untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.

Data center yang berkembang bersama artificial intelligence dan ekonomi digital juga membutuhkan sistem kelistrikan dan penyimpanan energi yang andal.

Karena itu, battery energy storage system atau BESS diperkirakan menjadi salah satu bidang pertumbuhan penting bagi industri baterai Indonesia.

Perubahan ini memberi Indonesia peluang untuk mengembangkan industri baterai yang melayani lebih dari satu sektor.

Baterai dapat digunakan untuk mobil dan bus listrik.

Baterai juga dapat digunakan untuk penyimpanan energi terbarukan, fasilitas industri, jaringan listrik dan data center.

Namun persaingan global sangat ketat.

Teknologi baterai terus berkembang dan tidak semua teknologi menggunakan komposisi mineral yang sama.

Lithium iron phosphate atau LFP, misalnya, telah berkembang pesat di pasar global.

Hal ini berarti Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan ketersediaan nikel.

Inovasi teknologi, efisiensi produksi, pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan manufaktur menjadi semakin penting.

Aspek lingkungan juga menjadi tantangan besar.

Pertambangan dan pengolahan mineral membutuhkan energi, air dan lahan serta dapat menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, keberhasilan industri baterai Indonesia dalam jangka panjang juga akan bergantung pada tata kelola pertambangan, standar lingkungan, penggunaan energi yang lebih bersih dan sistem daur ulang baterai.

Indonesia memiliki kesempatan yang besar.

Tetapi nilai terbesar tidak hanya terletak pada mineral yang berada di bawah tanah.

Nilai yang lebih besar dapat tercipta ketika mineral tersebut diolah dengan teknologi, pengetahuan dan industri di dalam negeri.

Dari nikel menuju baterai.

Dari baterai menuju kendaraan listrik.

Dari kendaraan listrik menuju sistem transportasi yang lebih bersih.

Dan dari sumber daya alam menuju industri teknologi dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Transformasi tersebut dapat menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan industrialisasi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.

GLOBAL NEWS24 INDONESIA akan terus mengikuti perkembangan kendaraan listrik, industri baterai, hilirisasi mineral, teknologi, investasi dan transformasi ekonomi Indonesia serta menyampaikannya kepada masyarakat internasional.